Langsung ke konten utama

Postingan

Signifikasi, Dominasi, dan Legitimasi pada Pekerja Seks Komersial

Relasi antara pelaku dan struktur merupakan dualitas, yang terjadi dalam praktik sosial yang berulang dan terpola dalam lintas ruang dan waktu. Praktik sosial ini lah yang menurut Giddens merupakan objek kajian ilmu sosial. Kemudian dijelaskan bahwa dualitas berada dalam fakta bahwa ‘ S uatu S truktur M irip P edoman’ yang menjadi prinsip praktik-praktik di berbagai tempat dan waktu tersebut merupakan hasil perulangan berbagai tindakan. Namun sebaliknya, skemata yang mirip “ ATURAN ” itu juga menjadi sarana bagi berlangsungnya praktik sosial. Skemata ini lah yang kemudian disebutnya sebagai struktur. Struktur di sini bersifat mengatasi ruang dan waktu serta maya, sehingga dapat diterapkan pada berbagai situasi dan kondisi. Selain itu, obyektivitas struktur tidak bersifat eksternal, melainkan melekat pada tindakan dan praktik sosial yang dilakukan. [5]   Kemudian dari berbagai prinsip struktural tersebut, Giddens terutama melihat tiga gugus besar struktur yaitu signifikasi, do...
Postingan terbaru

Teori Eksistensialme "Pro dan Kontra" Kierkegaard vs jean paul satre

TEORI EKSISTENSIALISME Menco ba menjelaskan secara singkat perbandingkan pemikiran Kierkegaard dan jean paul satre dalam memahami eksistensialisme. eksistensialisme terbagi menjadi dua yaitu : EKSISTENSI             : suatau keberadaan, ada. ESENSI                       : Hakikat dan kodrat inti dari sebuah keberadaan. pemikiran Kierkegaard (1813-1855 ) mengatakan dalam eksistensialisme manusia itu adalah memalui proses eksistensi ke esensi.         2. pemikiran Jean-paul Sartre (1905-15 april 1980) mengatakan dalam eksistensialisme manusia itu adalah melalui proses esensi ke eksistensi.  dari kedua filsafat tsb menimbulkan dua pertanyaan dalam pemikiran kita yang mana yang dapat dibenarkan apakak eksistensi mendahului esensi atau esensi mendahului eksistensi ? disini saya mencoba mengambilkan contoh ...

Memandang PSK bukan dari norma, agama, dan lingkungan tetapi dari eksistensi manusia itu sendiri.

Jean-Paul Sartre , melukiskan eksistensi sebagai sebuah keberadaan manusia yang konkret, sekarang dan di sini. Ia mengetengahkan dua gagasan sehubungan dengan definisinya ini, yakni  pour-soi (for-itself) dan  en-soi (in-itself).  Artinya, ia melihat keberadaan manusia yang konkret sekarang dan di sini, dapat menjadi  pour-soi,  artinya menjadi subjek dimana ia menjadikan segala sesuatu bagi dirinya atau untuk dirinya  (for-itself) , dan juga menjadi  en-soi, artinya dijadikan objek karena sesuatu di kenakan pada dirinya / identik  (in-itself) . Eksistensi manusia terIetak   pada  pour-soi ketika .  ia menjadi   subjek dan bebas memperlakukan segala sesuatu bagi dirinya.  Namun pada akhirnya, ia pun sadar betapa kebebasan itu serta keberadaanya dapat saling bertentangan secara rasional satu sama lain. Ketika manusia berusaha menjadi pribadi yang bebas ( for-i...